"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

13 Juni 2009

Cerita Rakyat Tembarak II: ASAL USUL BOTO PUTIH

DOWNLOAD

Dahulu, di daerah yang lebih atas dari Desa Greges, Desa Banjar, dan Mantenan, adalah mata air Janturan yang merupakan danau yang sangat besar. Sedangkan desa-desa dibawahnya itu merupakan daerah berkembang yang semakin lama semakin penuh saja oleh pemukiman dan lahan pertanian. Di Desa Greges, ada seorang kyai yang konon adalah sahabat dari salah seorang Wali Songo. Pada suatu hari, kyai itu ditanya pendapatnya oleh beberapa orang warga yang akan mandirikan rumah baru, akan tetapi sudah tidak ada tempat lagi yang cukup untuk mendirikan rumah. Sang kyai berfikir lama, kemudian ia pergi dan bertanya kepada sahabatnya, sang wali. Sang wali menyarankan kepada sang kyai agar penduduk membuat rumah dibagian atas Desa Greges, kemudian karena bagian atas Desa Greges itu merupakan danau yang sangat besar dan adalah suatu hal yang mustahil untuk mendirikan rumah diatas air, maka sang wali menyuruh agar mereka memindahkan air di danau itu menaruhnya di Kali Lungge. Sepulang dari perginya menemui sang wali, sang kyai menyampaikan pesan dari wali kepada penduduk desa agar mereka mambuat rumah di bagian atas Desa Greges. Sebelum itu, mereka harus memindahkan dahulu air di sana ke Kali Lungge. Semakin banyak rumah yang akan dibangun, semakin banyak pula air yang dipndahkan ke Kali Lugge, semakin dalam pula lubang di daerah itu. Karena itu, sang kyai menyuruh warga agar mengisi derah di sekitar danau itu yang sudah tidak ada airnya untuk diisi dengan batu bata yang terbuat dari batu kapur yang tentu saja warnanya putih.
Sejak sang kyai itu menyuruh warga di sana mengisi daerah yang tidak rata itu dengan batu bata putih atau biasa disebut batu kapur itu, daerah tersebut dinamai bata putih.
Tak seperti namanya, bata putih, sekarang didaerah itu tidak ditemukan lagi batu gamping yang berwarna putih tersebut. Konon, setelah sang kyai wafat, kebanyakan warga di daerah Bata Putih, Greges, Banjar, dan Mantenan sering mengambil batu-batu kapur di daerah Bata Putih untuk membangun rumah, dan bangunan-bangunan lainnya, bahkan untuk dikomesilkan. Akhirnya sekarang disana sudah tidak lagi didapati batu kapur atau batu gamping atau batu bata putih itu lagi. Di Greges bagian atas, di dekat perbatasan Desa Greges dengan Bata Putih terdapat sebuah pemakaman. Di pemakaman itu terdapat sebuah makam yang tidak pernah diziarahi ataupun dikunjungi oleh siapapun. Makam itu menurut kabar burung yang beredar adalah merupakan makam Sang Kyai yang merupakan sahabat seorang Wali Songo itu.

Oleh: Fathin Nabihaty