"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

10 November 2012

Tanaman Hias: Sikas


Nama local : Sikas
Nama ilmiah: Cycadaceae (famili)
Taksonomi (Anonim, 2012g):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Cycadophyta (sikad)
Kelas: Cycadopsida
Ordo: Cycadales 
Famili: Cycadaceae




Ciri yang khas tanaman sikas adalah batang yang tidak bercabang, daun majemuk, seperti kulit, tersusun sebagai tajuk di puncak batang yang memanjang. Seluruh anggotanya berumah dua dan ditanam sebagai tanaman hias  (Anonim, 2011).
Cycas revoluta merupakan salah satu anggota sikas yang juga bermanfaat sebagai obat. Habitus Cycas revoluta (Anonim, ?) berupa semak setinggi 1-2 m. batangnya tegak, bulat dengan bekas pangkal daun yang tetap tinggal, kadang bercabang dan kasar, berwarna coklat kehitaman. Daunnya majemuk, menyirip genap, panjang 0,5-1 m, helai daun berbentuk seperti jarum, permukaan mengkilat, ujung runcing, tepi rata, panjang 10-15 cm, berwarna hijau. Bunganya merupakan bunga majemuk, bentuk tandan, berumah satu. Bunga jantan bertangkai pendek, bentuk kerucut, panjang 10-20 cm, kuning. Bunga betina dikelilingi bunga jantan, warnanya kuning kecoklatan. Buahnya berbentuk kotak atau bulat telur dengan diameter 1 cm dan berwarna hijau. Bijinya bulat telur, panjang 1 -2 cm, warnanya coklat oranye. Akarnya serabut berwarna hitam.
Perbanyakan tanaman sikas dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan vegetative dilakukan dengan memisahkan anakan sikas dengan batang utamanya. Induk sikas sekurang-kurangnya berumur empat tahun dan dalam kondisi sehat. Kondisi anakan yang hendak dipisahkan sebaiknya sudah berumur satu tahun dan berdiameter 6-7 cm dengan jumlah daun minimum tiga pelepah. Pemisahan anakan dilakukan dengan membongkar atau menggali tanah di sekitar hingga seluruh bagian anakan terbuka. Kemudian pangkal anakan dipotong enggunakan pisau tajam yang telah disterilkan dengan alcohol 70%. Untuk perbanyakan generatif digunakan biji sikas uang umurnya telah mencapai belasan tahun. Biji-biji tersebut disemaikan dalam pot-pot kecil hingga daun-daun muda berubah menjadi hijau tua dan mengeras, atau selama lebih dari enam bulan. Setelah itu bibit sikas siap dipindah tanamkan (Redaksi Agromedia, 2007). 
Salah satu anggota keluarga sikas yang paling mahal harganya adalah Encephalartos. Buat kolektor “kelas berat”, inilah tanaman yang paling diincar. Wajar karena sejarahnya berumur jutaan tahun, sezaman dengan dinosaurus. Di alam, jumlahnya pun sangat terbatas. Oleh karenanya, para kolektor rela mendatangkan langsung dari negeri asal, Afrika Selatan, meski perniagaan encephalartos di sana dibatasi (Syariefa, 2012).