"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

Babak Baru Perang Dagang Dimulai, Bagaimana Dampaknya ke Emas?

Presiden Donald Trump kembali memanaskan tensi perang dagang dengan mengumumkan kenaikan tarif impor baru untuk kendaraan roda empat dan truk asal Uni Eropa menjadi 25%. Trump berdalih kebijakan ini diambil karena Uni Eropa dianggap melanggar kesepakatan Turnberry Deal. Tidak berhenti di situ, Trump juga membidik seluruh kendaraan yang tidak diproduksi secara fisik di Amerika Serikat, sehingga pabrikan asal Jepang dan Korea Selatan dipastikan ikut terdampak.

Sebagai kilas balik, Turnberry Deal yang disepakati pada Juli 2025 lalu sebenarnya menetapkan penurunan tarif mobil Uni Eropa ke angka 15%. Imbal baliknya, Uni Eropa diwajibkan membeli produk energi AS senilai ratusan miliar dolar dan menanamkan investasi besar di negeri Paman Sam. Trump mengklaim Uni Eropa berjalan sangat lambat dalam meratifikasi kesepakatan tersebut. Sebaliknya, Uni Eropa berdalih bahwa mereka sedang menjalankan komitmen sesuai dengan prosedur legislatif standar yang memang memakan waktu.

Langkah sepihak Trump kali ini dinilai sangat berani di tengah polemik hukum yang melilitnya. Berbeda dengan penetapan tarif masif di tahun 2025 yang menggunakan UU Kedaruratan Ekonomi (IEEPA) dan telah dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung AS pada Februari lalu, pengenaan tarif baru ini belum memiliki landasan hukum yang benar-benar kokoh, melainkan hanya sebagai sanksi atas pelanggaran perjanjian bilateral. Tanpa dasar hukum yang kuat, kebijakan ini sangat rentan digugat kembali di pengadilan AS dan bisa sewaktu-waktu dibatalkan.

Dari kacamata makro ekonomi, pengembalian dana fantastis senilai ratusan miliar dolar dari penarikan tarif ilegal IEEPA di masa lalu yang dijadwalkan cair mulai pertengahan Mei 2026 diproyeksikan akan membebani kas negara AS. Oleh karena itu, penetapan tarif impor baru sebesar 25% ini dinilai sebagai langkah tandingan kilat untuk mengisi kembali pundi-pundi fiskal kas negara AS. 

Bagaimana efeknya bagi pergerakan harga emas? Alih-alih tertahan oleh potensi penguatan dolar, harga emas dunia terpantau langsung terbang sesaat setelah pengumuman Trump pada Jumat (1/5) lalu. Ketiadaan kepastian hukum serta ketakutan pasar akan perang dagang skala penuh sukses memicu kepanikan investor. Situasi ini menegaskan bahwa dalam pusaran konflik dagang, emas tetaplah menjadi raja pelindung aset (safe-haven) yang paling diburu.

Namun investor tetap harus berhati-hati. Dinamika geopolitik bisa berubah sewaktu-waktu dengan sangat cepat. Terlebih, kebijakan ini juga belum memiliki dasar hukum yang kuat. 

DEADLOCK DI SITUATION ROOM: EMAS TERJUN BEBAS, KE MANA TARGETNYA?

WASHINGTON & ISLAMABAD – Harapan pasar akan perdamaian instan pupus pagi ini, Selasa (28/4), pukul 07.00 WIB. Presiden Trump secara resmi menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal baru Iran yang dinilai "terlalu lemah" setelah ditinjau di Situation Room Gedung Putih. Kegagalan rundingan fisik ini justru memicu

Tentang Blog Ini

Ini bukan tempat untuk sempurna.  
Ini rumah bagi perjalanan—yang kadang tertata, kadang berantakan. 

Di sini terekam pelajaran yang mungkin tak semua orang dapatkan, mimpi yang menolak lekang, rasa yang butuh sandaran, dan langkah kecil menuju peluang yang terus berkejaran.
  
Kalau kamu mencari jejak tilasanku, mungkin kamu akan temukan sebagian potongannya di sini.

Selamat menyelami dan salam kenal besti... :')

Hawkish dan Dovish, Pengaruhnya pada Harga Emas

Hawkish dan dovish adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat dan bank sentral lainnya.

Sikap dovish berupaya 

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...